HALLO teman teman semua :) kali ini kami bakalan ngeposting tentang pelajaran sosiolagi nih , hahah .. maklum suka banget sama pelajaran ini . kali ini kita bakalan bahas tentang pengendalian penyimpangan teman teman yuk baca penjelasannya ..
pengendalian sosial adalah suatu upaya yang dilakukan oleh setiap
lembaga untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial serta mengajak dan
mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma
yang telah ditetapkan/di berlakukan. Pengendalian sosial menurut proses dan sifatnya sama-sama dibagi menjadi dua. Yaitu penjelasannya sebagai berikut.
1. Berdasarkan Sifatnya
Pengendalian sosial berdasarkan sifat dibagi menjadi dua yaitu Preventif dan Represif.
Preventif, merupakan suatu pengendalian sosial yang dilakukan
untuk mencegah kejadian yang belum terjadi. Atau merupakan suatu usaha
yang dilakukan sebelum terjadinya suatu pelanggaran. Dalam preventif
masyarakat atau seseorang diarahkan, dibujuk, atau diingatkan supaya
jangan melakukan pelanggaran yang telah disebutkan. Misalnya, Pak Rahman
mengingatkan murid-muridnya untuk selalu berbuat sopan santun serta
baik kepada semua orang agar tidak terjadi tindakan anarkis. Dalam
contoh tersebut dijelaskan bahwa Pak Rahman perlu mengingatkan kepada
muridnya selalu berbuat baik. Karena, jika tidak mungkin murid tersebut
sudah melakukan tindakan anarkis.
Represif, merupakan suatu pengendalian sosial yang dilakukan
setelah terjadinya suatu pelanggaran. Atau, merupakan usaha-usaha yang
dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Dalam represif seseorang yang
telah melanggar perbuatan akan dihukum ataupun ditangkap oleh polisi dan
dijebloskan dalam penjara. Misalnya, seorang siswa ketahuan memakai
narkoba saat dijalanan tak lama kemudian datanglah polisi dan kemudian
ditangkapnya untuk meminta penjelasan lebih lanjut di kantor polisi.
Pada contoh tersebut, seorang polisi menangkap seorang murid yang telah
melanggar aturan seperti memakai narkoba. Maka pantaslah bahwa siswa
tersebut di tangkap oleh polisi karena telah melanggar aturan.
2. Berdasarkan Prosesnya
Pengendalian sosial berdasarkan proses, dibagi menjadi dua. Yaitu, Persuasif dan Koersif
Persuasif, merupakan bentuk pengendalian sosial yang bersifat
untuk membujuk atau mengarahkan masyarakat agar taat dan patuh terhadap
nilai dan norma yang telah ditetapkan. Atau dalam arti lain, menggunakan
pendekatan atau sosialisasi. Misalkan, setiap tiga bulan sekali di
sekolah-sekolah SMA khususnya, sering diadakan penyuluhan tentang bahaya
dari narkoba serta penyebab-penyabab memakai narkoba. Pada contoh
tersebut penyuluhan merupakan cara yang tepat untuk melakukan bujukan
atau arahan kepada siswa supaya para siswa dapat menghindar jauh-jauh
dari bahaya narkoba.
Koersif, merupakan bentuk pengendalian sosial yang bersifat
kekerasan. Atau dalam arti lain, pengendalian sosial ini bertujuan untuk
menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan atau tindakan anarkis.
Misalkan, Karena naiknya harga listrik yang begitu drastis, para warga
setempat protes di depan kantor PLN yang terdapat di masing-masing
wilayah, karena tidak dapat diselesaikan dengan baik, akhirnya warga
tersebut melempari kantor PLN tersebut dengan benda-benda keras serta
memecahkan kaca kantor PLN tersebut menggunakan batu sebanyak mungkin
kadang ada yang amat keras untuk membakar gedung PLN tersebut. Pada
contoh tersebut, bahwa warga yang melakukan tindakan anarkis disebutlah
koersif. Karena, para warga tidak setuju bahwa harga listrik dinaikkan
begitu drastis sehingga ada sebagian warga yang tidak sanggup untuk
membayarnya maka aksi ricuh seperti itu pun terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar